Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Tewas, Penumpang tak Boleh Turun
Wabah infeksi hantavirus langka dikabarkan merebak di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Penyebaran virus menewaskan tiga orang, termasuk pasangan suami istri lanjut usia, dan menyebabkan setidaknya tiga orang lainnya sakit serius. Demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan Afrika Selatan pada Ahad.
Dalam pernyataan kepada Associated Press, WHO mengatakan penyelidikan sedang berlangsung tetapi setidaknya satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi.
"Salah satu pasien berada di ruang perawatan intensif di rumah sakit Afrika Selatan," kata badan kesehatan PBB itu.
WHO juga bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengevakuasi dua orang lainnya yang menunjukkan gejala dari kapal tersebut.
Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengevakuasi beberapa orang dari kapal secara medis.
"Jika ini dapat dilakukan, kementerian luar negeri akan mengkoordinasikannya," kata seorang juru bicara.
Perusahaan Belanda yang mengoperasikan kapal tersebut mengatakan kapal itu berada di lepas pantai Cape Verde, sebuah negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika.
Pihak berwenang setempat sedang membantu tetapi belum mengizinkan siapa pun untuk turun dari kapal. Disebutkan bahwa dua orang sakit di atas kapal yang membutuhkan perawatan medis darurat adalah anggota kru.
Direktur regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Henri P. Kluge, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin, risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. "Tidak perlu panik atau pembatasan perjalanan," menurut kantor berita Reuters.
Reuters melaporkan bahwa pejabat kesehatan Tanjung Verde mengatakan pada Senin bahwa situasinya terkendali dan tidak ada risiko bagi orang-orang di darat. Namun mereka tidak akan mengizinkan kapal tersebut berlabuh di pelabuhan ibu kota, Praia.
Hantavirus, yang ditemukan di seluruh dunia, adalah keluarga virus yang menyebar terutama melalui kontak dengan urin atau feses hewan pengerat yang terinfeksi seperti tikus dan mencit.
Virus ini menjadi perhatian setelah istri mendiang aktor Gene Hackman, Betsy Arakawa, meninggal karena infeksi hantavirus di New Mexico tahun lalu.
Hackman meninggal sekitar seminggu kemudian di rumah mereka karena penyakit jantung.
Bagaimana hantavirus dapat membunuh
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, hantavirus menyebabkan dua sindrom serius yakni sindrom paru hantavirus, penyakit parah yang menyerang paru-paru serta demam berdarah dengan sindrom ginjal, penyakit parah yang menyerang ginjal.
Meskipun jarang terjadi, WHO mengatakan infeksi hantavirus dapat menyebar antarmanusia. Tidak ada pengobatan atau penyembuhan khusus, tetapi perhatian medis dini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.
"WHO mengetahui dan mendukung penyelidikan peristiwa kesehatan masyarakat yang melibatkan kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik," kata organisasi tersebut.
"Investigasi terperinci sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lebih lanjut, dan investigasi epidemiologi. Perawatan dan dukungan medis diberikan kepada penumpang dan awak kapal. Pengurutan virus juga sedang berlangsung."
Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kapal tersebut, MV Hondius berbendera Belanda, telah meninggalkan Argentina sekitar tiga pekan lalu untuk pelayaran yang mencakup kunjungan ke Antartika, Kepulauan Falkland, dan tempat-tempat lainnya. Pada akhirnya, pesawat itu rencananya akan menuju Kepulauan Canary milik Spanyol di seberang Samudra Atlantik.
Para korban
Korban pertama adalah seorang pria berusia 70 tahun yang meninggal di kapal dan jenazahnya dibawa ke wilayah Inggris Saint Helena di Atlantik Selatan. Demikian disampaikan departemen kesehatan Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan.
Istri pria itu pingsan di bandara di Afrika Selatan saat mencoba naik pesawat ke negara asalnya, Belanda. Ia meninggal di rumah sakit terdekat.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa dua penumpang Belanda telah meninggal tetapi tidak memberikan detail apa pun.
Departemen tersebut mengidentifikasi pasien di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Johannesburg sebagai warga negara Inggris. Dikatakan bahwa orang tersebut jatuh sakit di dekat Pulau Ascension, pulau terpencil lainnya di Atlantik, setelah kapal meninggalkan Saint Helena.
Departemen kesehatan Afrika Selatan mengatakan, sekitar 150 wisatawan berada di kapal pada saat wabah terjadi. Beberapa operator tur daring mengatakan Hondius, yang digambarkan sebagai kapal pesiar kutub khusus, biasanya berlayar dengan sekitar 70 awak kapal.
Oceanwide Expeditions, perusahaan yang mengoperasikan pelayaran tersebut, mengatakan bahwa jenazah korban ketiga masih berada di atas kapal di Cape Verde dan prioritas mereka adalah memastikan dua anggota kru yang sakit menerima perawatan medis.
"Otoritas kesehatan setempat telah mengunjungi kapal untuk menilai kondisi dua individu yang menunjukkan gejala," kata perusahaan itu.
"Mereka belum membuat keputusan mengenai pemindahan individu-individu ini ke perawatan medis di Cape Verde."
WHO mengatakan pihaknya bekerja sama dengan otoritas nasional dan operator kapal untuk melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan bagi mereka yang masih berada di atas kapal.
Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan sedang melakukan pelacakan kontak di wilayah Johannesburg untuk mengidentifikasi apakah orang lain terpapar penumpang yang terinfeksi di Afrika Selatan.
Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Tewas, Penumpang tak Boleh Turun
Reviewed by Admin Akal Sehat
on
Rating:
Reviewed by Admin Akal Sehat
on
Rating:
