Viral Spanduk di UGM, Minta Maaf Telah Membiarkan Prabowo dan Gibran Memimpin Indonesia
Sebuah spanduk berukuran besar yang terpasang di kawasan bundaran utama Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak viral di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Spanduk berlatar putih tersebut berisi permohonan maaf kepada masyarakat karena dianggap telah “membiarkan” Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia pada periode 2024–2029.
Spanduk itu diketahui dipasang pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di area bundaran kampus UGM.
Di sisi kanan dan kiri spanduk tampak bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang, memperkuat nuansa kritik dan protes terhadap kondisi nasional.
Isi spanduk menyinggung situasi politik dan ekonomi nasional yang dinilai semakin memburuk. Narasi dalam spanduk juga memuat keresahan terhadap arah kepemimpinan pemerintahan saat ini.
Pelaksana Tugas Ketua BEM UGM 2026, Sheron Adam Hunai, menegaskan bahwa spanduk tersebut bukan dipasang langsung oleh BEM UGM. Namun, pihaknya mengaku memahami dan mendukung aspirasi yang disampaikan melalui aksi tersebut.
Menurut Sheron, pesan yang tertuang dalam spanduk dinilai merepresentasikan keresahan sebagian masyarakat, termasuk mahasiswa, terhadap kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia saat ini.
BEM UGM juga berharap lingkungan kampus tetap kritis dalam merespons berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai respons dari publik. Sebagian pihak menilai aksi itu merupakan bentuk kebebasan berekspresi yang sah dalam kehidupan demokrasi kampus.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai pemasangan spanduk tersebut terlalu politis dan tidak mewakili seluruh civitas akademika UGM.
Sementara itu, Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan keberadaan spanduk tersebut di area kampus. Meski demikian, ia menegaskan bahwa isi pesan dalam spanduk tidak mewakili sikap resmi Universitas Gadjah Mada.
UGM, kata dia, tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi. Namun penyampaian aspirasi di lingkungan kampus harus tetap mematuhi aturan penggunaan fasilitas dan ruang publik kampus.
Karena dinilai dipasang tanpa izin dan tidak sesuai dengan tata kelola area kampus, spanduk tersebut akhirnya diturunkan oleh petugas sekitar pukul 09.27 WIB.
Video dan foto spanduk itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Sebagian netizen menilai aksi tersebut sebagai kritik sosial yang wajar di tengah situasi ekonomi dan politik yang dinilai penuh tekanan. Namun, sebagian lainnya menganggap pemasangan spanduk itu berlebihan dan sarat muatan politik.
Berikut isi lengkap spanduk di UGM yang viral itu:
SURAT PERMOHONAN MAAF
Kami yang bertanda tangan di bawah ini
Nama : UNIVERSITAS GADJAH MADA
Alamat : Bulaksumur, Yogyakarta
Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan PRABOWO-GIBRAN menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029.
Demikian permohonan maaf ini kami buat sebagai bentuk PENYESALAN karena melihat betapa BOBROKNYA KEPEMIMPINAN NASIONAL hari ini yang menjadi jalan pintas kehancuran bangsa—ditandai dengan berkuasanya orang-orang tanpa kompetensi, nestapa politik, dan carut-marutnya ekonomi.
Hormat kami.***
Sumber: konteks
Foto: Viral Spanduk di Bundaran UGM, surat permohonan maaf telah membiarkan Prabowo dan Gibran memimpin Indonesia 2024-2029. (Dok: X)
Viral Spanduk di UGM, Minta Maaf Telah Membiarkan Prabowo dan Gibran Memimpin Indonesia
Reviewed by Admin Akal Sehat
on
Rating:
Reviewed by Admin Akal Sehat
on
Rating:
